Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Perbedaan Bak Mandi dan Shower

Perbedaan Bak Mandi dan Shower

Selama ini kita mengenal dua jenis alat atau fasilitas untuk melakukan kegiatan mandi. Pertama yaitu tempat penampungan air yang dinamakan dengan bak mandi. Sedangkan yang kedua pada umumnya berupa shower atau pancuran. Masing-masing dari alat utama untuk mandi ini punya sifat dan ciri yang berbeda.

Sekarang mari kita ulas perbedaan bak mandi dan shower tersebut. Untuk bak mandi, apabila ingin menggunakan fasilitas ini maka kamar mandinya harus dibuat dengan ukuran yang lebih luas. Karena ukuran bak mandi tentu jauh lebih besar dibandingkan dengan shower.

Namun dari sisi penggunaan, alat mandi berbentuk shower jauh lebih praktis cara pemakaiannya karena tidak memutar kran saja untuk mengeluarkan air lalu pengguna tinggal membersihkan badan di bawah air yang memancur ke bawah. Bila memakai bak mandi harus ada kelengkapan lain yaitu gayung untuk mengambil air kemudian disiramkan pada tubuh.

Belum lagi jika akan memikirkan bahwa bak mandi harus sering dibersihkan karena bisa menjadi tempat nyamuk untuk bertelur. Pekerjaan membersihkan bak mandi ini memerlukan waktu yang agak lama. Sedang shower sistem pembersihannya tidak terlalu rumit dan praktis serta waktunya jauh lebih singkat.

Kemudian untuk penggunaan air, banyak yang mengatakan jika memakai shower bisa membuat pemakaian air menjadi lebih irit dibanding dengan menggunakan air yang disimpan dalam bak mandi. Namun sebenarnya hal ini bukan merupakan hal yang mutlak. Yang paling berpengaruh terhadap penggunaan air sebenarnya justru terletak pada cara pengguna ketika sedang mandi.

Sebuah hasil penelitian menyatakan jika shower ketika dipakai akan mengeluarkan air sebanyak 7,6 liter setiap satu menit. Apabila rata-rata orang mandi butuh waktu sekitar 8,88 menit maka air yang terbuang jumlahnya adalah 67,5 liter. Sedangkan untuk orang yang menggunakan gayung dan bak mandi, rata-rata pemakaian airnya lebih banyak yaitu 75 liter.

Dari perhitungan ini memang terlihat jelas bila pemakaian shower akan menjadikan penggunaan air jadi lebih irit. Namun pada umumnya adalah, orang yang memakai shower akan lebih betah berada di kamar mandi. Dan ini tentu saja membuat pengeluaran air juga lebih banyak.

Namun pada sisi yang lain, selain untuk mandi air yang disimpan dalam bak sebagian juga akan terbuang karena tidak mungkin orang akan menghabiskan semua air untuk mandi. Kemungkinan besar tetap ada yang tersisa dan sisa ini akan terbuang ketika bak mandi sedang dibersihkan.

Sementara itu, untuk shower ketika dihidupkan membutuhkan energi listrik yang lebih tinggi dan banyak. Berbeda dengan bak mandi yang hanya membutuhkan tenaga listrik ketika bak tersebut diisi dengan air.

Sebenarnya dua sistem penggunaan energi listrik dan air ini bisa dibuat lebih irit. Bagi mereka yang menggunakan shower, sebaiknya punya bak penampungan air. Jadi ketika mau mandi tidak perlu menghidupkan listrik, sebab air bisa diambil dari bak tersebut dan listrik hanya dipakai saat mengisi bak penampungan atau tendon saja.

Sedang pengguna bak mandi agar airnya bisa lebih hemat dan irit disarankan memakai gayung yang ukurannya lebih kecil jadi air yang terbuang bisa dikurangi. Dan ketika dibuat, sebaiknya ukurannya tidak dibuat terlalu besar. Tujuannya yaitu agar air yang disimpan tidak terlalu banyak dan terbuang dengan cuma-cuma.

kemudian untuk masalah biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatannya, hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor. Jadi tidak bisa dikatakan jika shower lebih murah atau bak mandi jadi lebih mahal dan sebaliknya. Sebab bahan dan material untuk membuat shower maupun bak mandi itu jenisnya ada bermacam-macam. Demikian pula dengan harganya pasti disesuaikan dengan gaya atau desain yang ingin diaplikasikan.

Sumber gambar : http://www.artrss.net

 

 
Artikel Lainnya :
 Fungsi dan kelebihan Glass Block Serta Cara Merawatnya Solusi Mengharumkan Ruangan dengan Bau Alami 
 Atap Unik Museum Affandi Inspirasi Rumah Arsitektur Bali Modern Dalam Desain Rumah 
 Rumah Bali Bernuansa Tempo dulu Desain Interior Ruang Perjanjian Linggarjati 
 Bangunan Museum Paling Istimewa Batu Ekspos sebagai Focal Point Ruang Makan 
 Mengenal Sejarah Arsitektur Belanda di Indonesia Atap Balkon Atas di Rumah Bali yang Menawan 
 Kelebihan Batu Bata Ringan dan Perbandingannya Dengan Batu Bata Biasa Mengenal Arti dan Tanda Kode Wallpaper Dinding 
 Membuat Pintu Akses Ruang Bawah Tanah Membuat Taman Mini di Celah-celah Susunan Paving Blok 
 Kesan Ceria di Rumah Mungil Mengenal Aneka Jenis Beton Bertulang 
 Perbandingan Rumah Tumbuh Ke Atas dan Ke Samping Penggunaan Kayu Pada Rumah Modern 
 Membuat Desain Meja Gantung dan Rak yang Unik Jenis Arah Sinar Cahaya Lampu Interior Dan Eksterior 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker