Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Penggunaan Gypsum Untuk Membuat Dinding

Penggunaan Gypsum Untuk Membuat Dinding

Hampir semua dinding bangunan terutama yang dipakai sebagai rumah hunian terbuat dari bahan batu bata kemudian ditutup dengan lapisan semen dan pasir. Selanjutnya dinding ini diberi warna dari cat tembok atau sejenisnya. Padahal tidak ada aturan mutlak serta baku yang menyatakan jika dinding harus dibuat dari bahan tersebut.

Selain batu bata sebenarnya masih ada bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat dinding yaitu gyspum. Meski saat ini jarang diaplikasikan namun sebenarnya kekuatan dinding gypsum juga setara dengan dinding yang memakai bahan lain terutama batu bata.

Di luar negeri, penggunaan gypsum untuk membuat dinding juga banyak diaplikasikan. Namun aplikasinya masih terbatas pada bangunan untuk hotel, apartemen atau gedung perkantoran dan lain sebagainya. Meski sudah ada beberapa bangunan rumah yang tertarik untuk menerapkannya, tapi jumlahnya masih terbatas pada golongan tertentu saja.

Kelebihan dari gypsum untuk membuat dinding antara lain adalah nilai estetikan dan tampilan dinding jadi lebih tinggi. Selain itu gypsum punya variasi bentuk yang lebih banyak serta tidak monoton dan membosankan. Jadi untuk interior, jika dilihat dari sisi desainnya jauh lebih bagus dan menguntungkan.

Bahan utama pembuatan gypsum untuk dinding adalah kapur dan dicampur dengan bubur kertas. Bahan ini bisa membuat bobot massa dinding tersebut jadi makin ringan dibandingkan dengan dinding dari batu bata. Bahkan perbedaan beratnya cukup besaar. Menurut perhitungan tiap satu meter persegi dinding gypsum beratnya adalah tujuhbelas kilogram saja, sudah termasuk rangka dan konstruksi.

Berat massa yang jauh lebih ringan ini bisa membuat dinding makin fleksibel bila mau dipindah sesuai dengan kebutuhan. Sebab dinding dari gypsum bersifat portable. Bahkan apabila dipindah, proses pemindahannya tidak akan merusak atau merubah tampilan interior yang sudah dikonsep dan ditata sebelumnya. Pemindahan ini hanya akan menimbulkan bekas lubang pada lantai yang bisa ditutup atau diganti ubinnya dengan mudah dan praktis.

Kelebihan lainnya, dinding gypsum tidak akan mempengaruhi suhu udara ruang lain. Jadi ketika suhu dalam salah satu ruang terasa dingin, maka ruang yang lain tersebut tidak akan ikut menjadi dingin. Demikian pula sebaliknya, jika ruang dalam dinding gypsum terasa panas ruang yang ada disebelah suhu udaranya tetap terjaga.

Sistem aplikasi dinding gypsum ini juga sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Apalagi jika dibanding dengan dinding batu bata yang harus melalui beberapa langkah mulai dari penyusunan pondasi, kemudian dinding lalu dilanjutkan dengan lapisan untuk menutup batu bata dan seterusnya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bagian lantai serta plafon diberi kerangka dari metal. Bentuk dari kerangka ini berupa rel atau track. Kemudian besi hollow yang difungsikan sebagai struktur bisa dipasang secara vertikal pada kerangka rel tersebut dan jarak dari masing-masing struktur maksimal adalah enampuluh sentimeter.

Jika semuanya sudah selesai dikerjakan, berikutnya tinggal memasang gypsum yang bentuknya berupa papan atau lembaran. Ukuran lembaran gypsum ini adalah sembilan millimeter saja. jadi jauh lebih tipis dibanding dinding batu bata.

Adapun teknik pemasangannya dapat dilakukan dengan cara disekrup pada bagian pinggir yang disatukan dengan struktur. Selanjutnya celah yang ada di setiap bangunan ditutup dengan adonan dari gypsum juga agar bisa terlihat lebih rapi. Bila ingin melakukan ekplorasi, celah atau nat ini bisa ditampilkan dengan cara menggunakan gypsum yang diberi zat pewarna.

Selanjutnya dinding yang sudah jadi ini bisa diberi lapisan cat finishing. Prosesnya tidak berbeda dengan gypsum yang dipakai untuk membuat plafon atau ornament ruang yang lain. Namun pada umumnya dinding ini tetap diberi cat tembok biasa.

Sumber gambar : http://www.remonti-varna.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Atap Unik di Dunia Mengenal Jenis Retakan Pada Dinding dan Cara Mengatasinya 
 Teknik Pernis Ulang Pada Kayu Desain Atap Bertingkat Rumah Villa Gaya Bali  
 Rumah Modern Bernuansa Sejuk dan Nyaman Desain Kolam Renang Berbentuk Kerang di Bali 
 Menghadirkan Kesan Kontras Namun Tetap Serasi di Teras Bali Teknik Menyambung Bambu Pada Bangunan 
 Teknik Memasang dan Menggunakan Struktur Baja Ringan pada Bangunan Agar Jendela Rumah Tampil Artistik 
 Memilih Tirai Sesuai Bentuk Jendela Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri 
 Persiapan Penting Sebelum Membangun Rumah Pengertian dan cara Membuat Rock Garden 
 Relief Bali Nan Cantik di Taman Asri Tips Merancang Rumah Tropis Nan Hijau 
 Paduan Antara Arsitektur Minimalis dan Kontemporer Ide Menarik Membuat Hiasan Lampu Gantung dari Tali 
 Rumah di Atas Air Terjun Arsitektur Balaikota Paling Jelita 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker