Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Memasang dan Memilih Roster

Memasang dan Memilih Roster

Fungsi utama dari roster adalah sebagai lubang angin untuk menciptakan sistem sirkulasi udara yang lebih baik. Jika jendela berfungsi sebagai media atau jalan untuk udara yang akan masuk ke dalam ruang, roster berguna sebagai jalan untuk keluarnya.

Dalam perkembangannya sekarang roster bukan hanya berfungsi sebagai alat sirkulasi udara saja tapi juga untuk memperindah dan mempercantik tampilan rumah baik secara eksterior maupun interior. Hal ini sesuai dengan perkembangan ilmu desain serta arsitektur yang terus mengalami kemajuan. Jadi roster juga jadi salah satu bahan atau material untuk membuat dinding sehingga terlihat lebih bagus.

Oleh karena itu, ketika memasang roster selain kekuatannya juga harus mempertimbangkan sisi estetikanya. Tempat yang paling cocok untuk memasang roster yaitu dinding yang ada di bagian atas jendela. Karena dua element ini bisa menjadi satu kesatuan yang utuh. Namun hal ini tidak bersifat mutlak.

Ada kalanya roster bisa terlihat lebih indah jika tidak dipasang secara menyatu namun memakai jarak yang tidak terlalu dekat meski tetap ada di atas jendela atau pintu. Hal ini bisa diterapkan jika dinding tersebut punya ukuran yang lebih tinggi.

Sering juga roster digunakan sebagai bahan untuk membuat dinding. Jadi semua bagiannya tidak memakai batu bata. Tujuannya yaitu agar angin yang masuk ke dalam ruang bisa lebih maksimal. Jika tertarik dan ingin mengaplikasikan konsep seperti ini, harus diingat apabila dinding tersebut bukan merupakan dinding utama yang menjadi element penahan bagi element lain yang berada di atasnya.

Selain itu ketika memasang roster juga perlu memperhitungkan arah sinar matahari yang masuk ke dalam ruang. Pada kondisi tertentu, sinar tersebut bisa membentuk suatu bayangan atau bias sinar yang terlihat indah. Namun jika posisinya tidak tepat, bias sinar itu justru dapat membuat penghuni merasa silau.

Demikian pula dengan arah angin dan air hujan atau debu serta kotoran lainnya. Apabila posisi pemasangannya tidak pas dan tepat, semua itu bisa masuk dalam ruang dan membuat kotor. Jadi bila ada kesalahan meski posisinya terlihat matching tapi bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan.

Bahan yang dipakai untuk membuat roster juga bermacam-macam. Ada yang dibuat dari kayu, beton, batu alam jenis paras, tanah liat, logam dan sebagainya. Bahkan saat ini sudah ada roster yang dibuat dari keramik kuningan dan terakota. Namun yang jelas memilih roster juga harus menyesuaikan antara bahan pembuatannya dan konsep desain rumah itu sendiri.

Apalagi jika mengingat saat ini roster sering dilengkapi dengan motif-motif tertentu yang apabila disusun akan membentuk pola yang indah dan bisa membuat tampilan dinding dan fasad terlihat makin cantik. Selain bahan, motif ini juga jadi bahan pertimbangan untuk menentukan pilihan.

Misalnya roster yang terbuat dari beton yang terdiri dari campuran semen dan pasir. Harga roster ini biasanya lebih murah namun tampilannya kurang begitu menarik. Jenis bangunan yang paling cocok memakai roster ini adalah pabrik atau tempat produksi lainnya. Alasannya adalah untuk menekan biaya pembangunan namun tidak menghilangkan faedah utamanya.

Sedangkan roster yang bentuknya geometris pemasangannya lebih sering membentuk bidang yang lebih luas seperti meniru bentuk jendela dan pintu. Jadi susunannya tidak hanya terdiri satu baris baris saja. Bangunan yang cocok mengaplikasikannya adalah yang ukurannya lebih besar.

Kemudian untuk roster yang terbuat dari batu alam lebih pantas dipakai untuk bangunan rumah yang menerapkan gaya minimalis atau modern. Lalu roster yang dibuat dari kayu terutama yang diberi hiasan ukiran, cocok dipakai untuk rumah yang menggunakan gaya arsitektur tradisional atau etnik.

Sumber gambar : http://www.dezeen.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Pengertian dari Eco Home dan Teknik Aplikasinya Rumah Modern Bernuansa Sejuk dan Nyaman 
 Mengenal Jenis-jenis Jendela Gedung Universitas Indonesia yang Megah 
 Konsep Kontruksi Kanopi di Lantai Atas di Kalimantan Contoh Cara Membuat Tempat Lilin Untuk Mempercantik Tampilan Interior 
 Membuat Railing Untuk Tangga Konsep Green Architecture / Arsitektur Hijau Secara Umum 
 Jenis Pencahayaan Ruang Interior Kelebihan dan Pembuatan Atap Ekspose 
 Bagaimana Memulai Bisnis Developer Perumahan Fasad Atap Rumah Villa di Bali yang Indah 
 Pengertian Mezzanine dan Teknik Membuatnya Jenis Cat Dinding dan Teknik Aplikasinya 
 Memperbaiki dan Mengganti Kusen yang Dimakan Rayap Fasad Unik di Gedung Monumen Pers Solo 
 Peran Arsitek Dalam Estetika Bangunan Kelebihan Wallpaper Dibanding Cat Dinding 
 Kolam Pemandian yang Indah di Taman Sari Hadirkan Suasana Pantai di Rumah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker