Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Kelebihan dan Cara Membuat Lantai Semen Poles

Kelebihan dan Cara Membuat Lantai Semen Poles

Saat ini sudah banyak tersedia bahan untuk membuat lantai. Seperti keramik, marmer, batu alam dan sebagainya. Tapi masih ada satu jenis bahan lagi yang bisa digunakan untuk membuat lantai. Hanya saja selama ini bahan tersebut kurang begitu populer pemakaiannya, padahal tampilannya juga tidak kalah indah dengan jenis lantai yang lain. Yaitu lantai semen.

Sebelum lantai dari keramik banyak digunakan, pada jaman dulu lantai semen ini sering dipakai. Bahan utama yang digunakan adalah campuran semen dan pasir halus dengan perbandingan 1:1. Namun ada pula yang menggunakan perbandingan 1:2. Ukuran ketebalannya adalah sekitar dua hingga tiga sentimeter.

Setelah itu pada bagian permukaan atau atasnya diberi lapisan semen saja tapi lebih tipis, hanya sekitar dua millimeter saja ketebalannya. Setelah jadi lalu diberi garis-garis atau nat memakai alat dari paku. Jadi tampilannya bisa terlihat seperti ubin buatan pabrik. Beberapa orang suka dengan tampilan polos sehingga tidak menggunakan garis-garis. Ubin ini sendiri juga dibuat dari bahan yang sama.

Sistemnya memakai cetakan dan kemudian dipres agar kualitas lebih kuat dan padat. Proses ini tidak berbeda jauh dengan pembuatan paving block. Namun setelah sistem pembuatan lantai dari bahan keramik ditemukan dan bisa berkembang secara luas, penggunaan lantai semen dan ubin dari semen pasir mulai berkurang dan saat ini bisa dikatakan sudah tidak pernah diaplikasikan lagi.

Namun beberapa tahun belakangan ini ada beberapa orang yang mulai tertarik untuk membuat lantai semen lagi. Hanya saja sistemnya sudah agak berbeda. Bahan utama yang dipakai untuk membuat lantai semen poles bukan dari campuran semen pasir lagi tapi semen jenis portland biasa atau bisa juga memakai semen putih.

Jika ingin tampilan warna yang lain, dapat dicampur dengan semen warna sesuai dengan selera atau keinginan. Setelah jadi, tampilan lantai dari semen poles ini terlihat mengkilap. Namun jika lebih tertarik dengan tampilan yang lebih doop atau tidak mengkilat hal ini juga bisa dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menggunakan komposisi adonan yang berbeda-beda.

Sedangkan untuk tampilan natnya, bisa meniru pada sistem lantai yang terbuat dari bahan teraso yaitu memakai alumunium, kaca atau kuningan. Semua tinggal menyesuaikan konsep yang ingin dihadirkan. Bahan kuningan bisa menghadirkan kesan yang lebih klasik sedangkan alumunium dan kaca dapat menimbulkan suasana yang lebih elegan dan modern.

Salah satu kelebihan utama dari lantai semen poles ini yaitu bisa menghadirkan kesan yang lebih asli dan natural. Tapi pada sisi yang lain meski terlihat klasik, lantai jenis ini juga bisa diaplikasi pada ruang atau rumah yang menerapkan gaya modern.

Selain itu proses pembuatannya jauh lebih praktis dan tidak perlu waktu yang terlalu lama. Hal ini tentu saja bisa menjadi salah satu cara untuk melakukan penghematan karena ongkos tenaga kerja dan tukang bisa dipangkas secara maksimal. Hanya saja pemilihan tukangnya harus benar-benar punya kualitas baik sebab jika dikerjakan secara sembarangan hasilnya akan terlihat tidak rata dan bergelombang.

Selain punya beberapa kelebihan tapi lantai semen poles sebenarnya juga punya satu kelemahan, yaitu lantai ini sering memunculkan retak rambut. Hal ini bisa terjadi terutama jika dalam proses pengeringannya tidak bisa berjalan dengan baik. Atau dapat juga karena pembuatan adonannya kurang sempurna.

Namun bagi sementara orang, munculnya retak ini justru menjadi hal yang sangat diharapkan. Sebab retak rambut tersebut dianggap bisa dijadikan media untuk menghadirkan kesan antik dan kuno. Terutama sekali untuk bangunan rumah atau ruang yang menggunakan gaya tradisional atau etnik dan klasik. Karakter yang ditimbulkan lantai tersebut akan tampak semakin kuat dan nyata.

Sumber gambar : http://www.flooringhunt.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Pengertian Bangunan Hijau dalam Arsitektur Indonesia Ide Menarik Membuat Kios Warung dari Bambu 
 Teknik Memasang dan Merawat Lantai Decking 5 Langkah Mendekorasi Ruangan Menyambut Perayaan Hari Raya 
 Jenis Batu Koral dan Cara Memasangnya Pintu Pagar Tradisional Bali yang Eksotis 
 Kelebihan Kolam Parit dan Teknik Aplikasinya Mengukur Kenyamanan Bangunan Berdasarkan Kondisi Tubuh dan Suhu 
 Pengertian dan Fungsi Ventilasi Silang Cara Membersihkan Karpet Yang Terkena Noda 
 Rumah Gadang yang Unik dan Menarik Agar Rumah Panggung Bali Terlihat Lebih Anggun dan Megah 
 Tata Cara Permohonan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Rumah Tinggal Jenis Pekerja Bangunan dan Sistem Upahnya 
 Aneka Alat Untuk Memecahkan Batu Bangunan Menggunakan Kayu Utuh atau Glondong Untuk Dinding 
 Perbandingan Rumah Tumbuh Ke Atas dan Ke Samping Arsitektur Museum Karst yang Indah di Jawa Tengah 
 Prospek Investasi Tanah dan Rumah di Bali Memilih Atap Baja Ringan dan Cara Memasangnya 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker