Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Kelebihan Beton Pracetak Dibanding Beton Cetak di Tempat

Kelebihan Beton Pracetak Dibanding Beton Cetak di Tempat

Antara beton biasa dan beton pracetak sebenarnya tidak ada perbedaannya. Yang membuatnya jadi berbeda hanyalah metode fabrikasinya saja. Jika menggunakan beton pracetak biasanya punya beberapa alasan antara lain untuk menghemat biaya dalam penggunaan bekisting dan upah tenaga kerja serta melakukan penghematan waktu agar bisa lebih cepat pengerjaannya.

Karena beton pracetak biasanya tidak dibuat di tempat pengerjaan proyek namun menggunakan lokasi lain seperti pabrik dan sebagainya. Jadi sebenarnya pemakaian beton jenis ini juga harus mengeluarkan biaya tambahan lain yaitu ongkos angkut. Tapi jika terjadi hujan misalnya, karena dikerjakan di tempat tertutup maka kondisi ini tidak ada pengaruhnya sama sekali pada proses dan jadwal pengerjaan maupun penyelesaiannya.

Selain itu masih ada beberapa kelebihan penggunaan beton pracetak dibanding beton cetak di tempat. Misalnya tingkat flexibilitas yang lebih tinggi dalam perancangannya, lalu kualitas kontrol yang lebih terjamin, karena pengawasannya lebih mudah dilakukan dan bisa mendapat mutu bangunan yang lebih baik.

Beton pracetak ini juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja dan bisa dilakukan oleh tenaga kasar sehingga upah atau gaji yang harus dibayarkan relative lebih rendah dibanding dengan menggunakan tenaga yang sudah ahli dan terampil seperti pembuatan beton cetak yang lebih sering dikerjakan di lokasi pengerjaan proyek.

Namun pada sisi yang lain, pembuatan dan penggunaan beton pracetak juga punya kelemahan. Misalnya dalam proses pengangkutan, kemungkinan terjadinya kerusakan jauh lebih besar jika dibanding dengan beton yang dibuat di tempat. Lalu jika jaraknya terlalu jauh, tentu biaya dan ongkos transport untuk mengangkutnya juga bisa membengkak menjadi besar.Terlebih lagi jika beton tersebut punya ukuran atau dimensi khusus sehingga alat transportnya juga harus khusus, bukan mobil angkut biasa.

Beton pracetak juga sering menimbulkan masalah terutama yang berhubungan dengan hal-hal teknik seperti metode pemasangan atau penyatuan dan sebagainya. Masalah ini tentu juga bisa menimbulkan efek yang lain yaitu pemborosan waktu sehingga jadwal pengerjaan jadi molor dan biaya yang harus ditanggung bisa membesar.

Kelemahan lainnya adalah jika sudah selesai, beton pracetak harus diletakan lebih dulu di tempat khusus atau gudang untuk proses pengeringan dan pengawetannya. Lagi-lagi harus keluar biaya untuk sewa tempat berikut dana keamanannya. Selain itu jika jumlah beton yang dibutuhkan sangat banyak, maka tempat produksi dan gudang penyimpanannya juga harus lebih besar dan luas.

Dari sini kemudian bisa dilakukan perbandingan antara pemakaian beton pracetak atau beton cetak di tempat. Dan hasilnya adalah, beton pracetak meski punya beberapa kelemahan namun tetap punya nilai ekonomi yang lebih tinggi. Apalagi jika dilihat dari sistem pengalokasian dana yang sering menggunakan parameter sebagai berikut. Biaya untuk operasional kantor pusat 6% hingga 8%, lalu biaya pembuatan konstruksi adalah yang terbesar 65% hingga 70%, lalu untuk mekanikal 10% sampai 15% dan biaya yang bersifat kontingental 10% sampai dengan 15%.

Dari sini bisa diketahui jika biaya terbesar terjadi pada pembuatan konstruksi. Karena itu bagian ini harus diperhitungkan dengan cermat agar bisa dilakukan penghematan. Caranya yaitu dengan mereduksi pengeluarannya dengan menggunakan beton pracetak.

Penghematan itu dapat didapat ongkos tenaga kerja yang lebih murah dan rendah, kemudian penggunaan bekisting yang bisa ditekan dan waktu pengerjaan yang lebih singkat dan cepat. Dan yang terakhir adalah produktivitas yang lebih tinggi karena sebagain besar tenaga kerja dapat melakukan tugasnya pada permukaan tanah, bukan pada ketinggian tertentu serta tidak mendapat pengaruh meski terjadi perubahan cuaca.

Jadi tidak mengherankan jika saat ini banyak kontraktor atau pemborong bangunan yang lebih tertarik menggunakan beton pracetak dibanding dengan beton cetak di tempat.

Sumber gambar : http://aghostariyanto.wordpress.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Villa Bernuansa Tradisional Bali Berlantai Dua Aneka Jenis Sistem Buka Tutup Pintu Pagar 
 Tips Perawatan Terrazzo Pada Villa atau Hotel Anda Menjadikan Atap Sebagai Point of View 
 Pengertian dan Fungsi Innercourt dan Konsep Pembuatannya Membuat Tata Ruang Sesuai Arah Sinar Matahari 
 Mencari Arsitek di Lombok ? Kami Partner Arsitek Anda di Lombok Rumah Dua Lantai dengan Tampilan yang Nyaris Sama 
 Membuat Meja Gelembung Sabun Landscape Rumah Kampung Bali Dengan Tampilan yang Sangat Alami 
 Fungsi Tanda Keselamatan Pada Proyek Bangunan dan Cara Penggunaannya Rumah Minimalis di Atas Batu 
 Menjadikan Warna Kuning Sebagai Fokus Utama Tampilan Ruang Fungsi Kolam Pantul dan Teknik Aplikasinya 
 Rumah Bambu Paling Keren Hindari Pemukiman Padat Dan Area Berbahaya Untuk Perumahan 
 Gedung Modern Paling Unik Teknik Mencampur Warna Cat 
 Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Apartemen Keuntungan dan Tips Menggunakan Kayu Sintetis 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker