Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis Kerusakan Kolom dan Cara Memperbaikinya

Jenis Kerusakan Kolom dan Cara Memperbaikinya

Meski sudah dibuat dengan sistem dan konsep yang sesempurna mungkin, namun adakalanya kolom yang telah dibuat tetap mengalami kerusakan. Beberapa jenis kerusakan kolom tersebut antara lain adalah bagian tulangnya luluh. Jika kerusakan yang timbul tidak begitu parah, bagian yang rusak ini bisa digantik tulang kolom yang baru.

Namum sebelumnya harus dilakukan pengecekan lebih dulu apakah tulang tersebut sudah masih ketika harus menyangga beban. Bila memang kuat, maka langkah yang harus dilakukan pertama kali adalah menahan kolom tersebut dengan kayu, bambu atau besi lalu beton yang melekat atau menempel pada tulang dibongkar. Setelah itu baru kolom yang rusak atau luluh diganti dengan yang baru. Teliti dengan seksama apakah tulang yang lama dapat menindih dengan kuat pada tulang baru.

Ukuran tulang baru atau overlapping ini panjangnya harus sama dan diameternya dikalikan 40. Jika tulangnya punya ukuran 12 millimeter misalnya, maka ukuran panjang overlapingnya adalah 480. Kemudian ikat panjang overlaping ini menggunakan kawat atau dengan sistem las.

Jika semua sudah dikerjakan, maka tinggak memasang bekisting yang ada di sekitar kolom yang mau diperbaiki. Kemudian adonan beton dimasukan. Agar bisa mendapat hasil yang lebih bagus sebaiknya bahan beton yang dipakai merupakan material yang memang khusus dibuat untuk memperbaiki beton dan kolom.

Namun jika kolom tersebut belum luluh, jenis kerusakan yang paling sering muncul yaitu retak, selimut beton ada yang terlepas dan beton jadi hancur di beberapa bagian. Cara Memperbaiki kolom dan beton yang retak, pertama adalah melakukan pengecekan lebih dulu apakah retak itu ada pada bagian dalam atau daging beton atau hanya di permukaan dan selimutnya saja.

Jika hanya terjadi pada selimut maka caranya tinggal menambal retak yang muncul atau patching memakai material untuk memperbaiki struktur yang menggunakan bahan dari polymer atau bisa memakai adonan yang terdiri dari semen dan pasir. Jika retaknya terjadi pada bagian dalam maka sistem perbaikannya harus memakai sistem injeksi atau grouting. Sistem injeksi ini diulas pada artikel yang lain.

Kemudian untuk beton yang terlepas atau terkelupas selimut dan permukaannya, sering diberi nama sebutan dengan kerusakan komestik. Karena bagian yang rusak hanya tampilan luarnya saja sedang bagian yang dalam tidak ada yang mengalami kerusakan. Cara memperbaiknya bisa menggunakan sistem patching.

Pertama bersihkan lebih dulu beton yang melekat pada selimut yang sudah terkelupas lalu diberi lapisan menggunakan bounding agent di bagian permukaannya. Setelah itu ditutup memakai lapisan plester khusus dengan tujuan untuk melakukan perbaikan pada struktur permukaan beton yang sudah terkelupas tersebut. Material yang dipakai untuk membuat plesteran ini berupa adonan yang biasanya dari semen dan pasir.

Kemudian untuk beton yang hancur sebagian, cara atau metode yang digunakan adalah sistem grouting. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menahan beban pada kolom memakai kayu, bambu atau besi di sekitarnya. Lalu beton yang menempel di sekitarnya dibersihkan. Agar semua beton yang rusak bisa terlepas semua, ketok di daerah sekitar beton yang pecah.

Kemudian buat bekisting dan dipasang mengelilingi kolom dan dilakukan pengecoran ulang pada bagian yang terkelupas menggunakan adonan beton yang dicampur dengan bahan adiktif. Jika ingin cara yang lebih praktis saat ini di toko-toko besi atau bahan bangunan sudah banyak yang menjual material siap pakai untuk memberpaiki beton atau kolom dan struktur yang rusak. Material yang dibuat dari bahan utama semen ini sering mendapat sebutan cemen grout.

Setelah kering bekisting bisa dilepas dan hasil pengecoran dapat dihaluskan agar tampilannya bisa sama dengan hasil pengecoran lama yang telah dilakukan sebelumnya.

Sumber gambar : http://www.formapile.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Rumah Prefab dan Knock Down Pertimbangan Memilih Tempat Tidur yang Sehat dan Nyaman 
 Bagaimana Merencanakan Kolam Hias Sebagai Element Pemanis Rumah Tujuan Menjaga Jarak Bangunan 
 Rumah Dome Yogyakarta Mengenal Struktur Konstruksi Rumah Kudus 
 Rumah Panggung yang Modern dan Unik Desain Atap Unik Dari Toraja 
 Rumah Anda adalah Prestise Anda, Rancanglah dengan Style Berbeda Rumah Indah Bergaya Minimalis  
 Teknik Menggunakan Keramik Bekas Paduan Modern dan Etnik Dayak Pada Atap dan Jendela Rumah 
 Aneka Teknik dan Cara Mengawetkan Kayu Bangunan Tips Memilih Kontraktor Villa 
 Mendesain Ruang Bergaya Benteng (Castle) Mengapa Desain Arsitek Kebanyakan “Biasa-Biasa” Saja? 
 Membuat Cor Beton di Waktu Malam Tempat Menyimpan Kaset/CD Bergaya Pac Man Game 
 Ide Menarik Membuat Taman Pegas Pengertian dan Cara Membuat Taman Komunal 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker