Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Beberapa Penyebab Kerusakan Bangunan dan Cara Mengatasinya

Beberapa Penyebab Kerusakan Bangunan dan Cara Mengatasinya

Semua penghuni dan pemilik rumah pasti ingin bangunan yang menjadi tempat tinggalnya selalu tampak indah, cantik dan awet sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Namun pada kenyataannya ada bangunan rumah yang mudah rusak bahkan roboh sehingga penghuni dan pemilih harus mendirikan rumah yang baru lagi.

Penyebab kerusakan bangunan ini sendiri tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja. Berikut ini ada beberapa penyebab kerusakan pada bangunan dan cara mengatasinya sehingga kerusakan yang timbul tidak semakin bertambah parah dan rumah tetap bisa digunakan sebagai tempat hunian yang aman dan nyaman.

Seperti yang dikatakan oleh seorang penulis buku tentang arsitektur bangunan Imelda Akmal, salah satu penyebab utama kerusakan rumah yaitu karena faktor umur bangunan. Yang namanya hukum alam memang tidak bisa ditolak. Semakin bertambahnya usia bangunan, maka daya tahan dan nilai keawetannya juga akan semakin berkurang.

Namun umur penggunaan bangunan ini bisa diperpanjang jika penghuni mau rajin mengadakan pengecekan secara terus menerus dan kontinyu. Minimal pengecekan ini dilakukan setiap tiga atau lima tahun sekali. Jika ada bagian bangunan yang rusak meski sifatnya ringan harus segera diperbaiki agar kerusakan tersebut tidak melebar ke bagian lainnya. Jika dirasa perlu, bisa diganti dengan komponen yang baru.

Penyebab yang kedua yaitu pemeliharaan dan perawatan sehari-hari yang kurang rajin dilakukan. Selain itu penghuni dan pemilik harus mengetahui teknik pemeliharaan masing-masing element rumah karena setiap bagian membutuhkan sistem perawatan yang berbeda-beda.

Misalnya lantai yang ada di kamar mandi harus selalu diusakan selalu bersih dari kotoran atau lumut yang sering muncul pada tempat-tempat yang lembab. Sedangkan lantai yang ada di ruang selain kamar mandi jarang ada lumut yang muncul tapi tetap harus dibersihkan dan kondisinya harus selalu dalam keadaan yang kering.

Proses perencanaan serta pengerjaan awal yang kurang sempurna adalah penyebab nomor tiga yang membuat bangunan rumah menjadi lebih cepat mengalami kerusakan. Misalnya saja terjadi salah dalam sistem perhitungan penggunaan pondasi, kolom dan struktur bangunan lainnya. Atau bisa juga karena penggunaan campuran semen dan pasir yang komposisinya kurang tepat serta proses pengadukannya yang tidak berjalan dengan baik.

Hal lainnya seperti pemasangan atap dan ukuran kemiringannya, pemasangan talang maupun komponen yang lain juga punya pengaruh pada keawetan dan ketahanan bangunan. Oleh karena itu ketika proses pembangunan sedang dikerjakan harus diawasi dengan ketat dan teliti.

Adapun penyebab nomor empat adalah terjadi kesalahan ketika memilih material maupun bahan untuk membuat bangunan. Jadi ketika membeli jangan hanya sekedar yang harganya mahal saja karena harga kadangkala bukan merupakan jaminan jika material dan bahan itu punya kwalitas yang baik.

Yang penting yaitu harus mengetahui fungsi dan jenis yang akan digunakan. Misalnya pasir yang mau dipakai untuk membuat adonan cor beton tentu jenisnya lain dengan pasir yang digunakan untuk membuat lapisan dinding atau meratakan landasan pemasangan dinding dan sebagainya. Demikian pula dengan kayu, tentu berbeda antara kayu untuk membuat kusen jendela dan pintu serta kayu untuk membuat kerangka dan struktur atap.

Yang terakhir atau kelima yaitu bencana alam atau bencana yang disebabkan oleh peristiwa yang lain. Untuk bencana alam misalnya adalah banjir, gempa bumi, angin lesus atau puting beliung dan sebagainya. Sedangkan bencanan yang lain misalnya kebakaran, tertimpa tiang listrik yang jatuh atau pohon yang tumbang dan lain-lain.

Agar kejadian ini tidak menimbulkan efek yang merugikan tentu saja konstruksi bangunan harus dibuat dengan suatu sistem yang baik sehingga ketika terjadi bencana gempat atau banjir maka bangunan tetap bisa berdiri dengan tegak dan tidak mengalami kerusakan. Kemudian sistem pengamanannya harus dilakukan dengan baik. Misalnya memberi kelengkapan tabung pemadam kebakaran di ruang-ruang tertentu seperti dapur. Dan jika mau mendirikan rumah harus membuat perhitungan tersendiri jika letaknya ada di dekat pohon tinggi atau tiang listrik.

Sumber gambar : http://newspaper.pikiran-rakyat.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Pengertian dan Fungsi Network Planning Proyek Bangunan Fungsi dan Cara Memilih Besi Wiremesh 
 Desain Tempat Tidur yang Unik dan Mewah Arsitektur Balaikota Paling Jelita 
 Asta Kosala Kosali sebagai Acuan Dalam Arsitektur Tradisional Bali Gedung Piramida Museum Sepuluh November 
 Membuat Desain Kolam dan Teras Bali Agar Terlihat Serasi dan Menyatu Memperbaiki Gypsum Rusak Pada Bangunan 
 Tradisi yang Mempengaruhi Ragam-Bentuk Arsitektur Tradisional di Bali Tower Klasik Pada Rumah Modern 
 Pengaruh Arsitektur Mediterania di Indonesia Kelebihan dan Cara Menggunakan Semen Instan 
 Mengenal Jenis Instalasi Pada Kolam Renang dan Perlatannya Konsep Green Architecture / Arsitektur Hijau Secara Umum 
 Pondasi Rumah Unik di Taman Mekarsari Bogor Memperbaiki Lantai Kayu yang Rusak 
 Gapura Bali Dengan Paduan Warna yang Serasi Menata Ruang Sempit? Kenapa tidak…? 
 Menjadikan Warna Kuning Sebagai Fokus Utama Tampilan Ruang Tips Rancangan Rumah Terbuka 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker