Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Menggunakan Keramik Bekas

Teknik Menggunakan Keramik Bekas

Ketika memasang lantai memakai keramik, adalah hal yang biasa jika ada satu atau dua keramik pecah. Pada umumnya keramik yang sudah pecah ini dengan alasan sudah tidak bisa digunakan lagi lalu dibuang begitu saja. Padahal jika mau kreatif keramik yang sudah pecah ini tetap dapat dipakai untuk membuat lantai atau dinding dengan tampilan yang tidak kalah menarik seperti menggunakan keramik yang masih utuh.

Apabila pecahan keramik yang didapat tidak mencukupi, bisa mendapatkannya dengan mudah dan harga yang murah di toko-toko keramik. Jadi secara langsung atau tidak langsung membuat lantai dengan bahan keramik bekas itu bisa menghemat biaya pengeluaran dengan nilai yang cukup banyak karena antara keramik yang masih utuh dan sudah pecah itu perbedaan harganya sangat tinggi sekali.

Hanya saja yang perlu diketahui, teknik menggunakan keramik bekas untuk membuat dinding atau lantai itu sistemnya agak berbeda dengan teknik yang dipakai untuk membuat mozaik meski secara kurang lebih konsepnya adalah sama. Sebab membuat mozaik pada umumnya memakai keramik khusus yang memang digunakan untuk membuat motif-motif tertentu. Jadi motif atau warnanya sudah ada dalam satu paket dan kemasan sekaligus. Jadi tinggal memasang keramik tersebut sesuai dengan pola yang telah dibuat oleh pihak pabrikan.

Berbeda dengan menggunakan pecahan keramik bekas, kita harus membuat polanya sendiri. Jadi lebih bebas menentukan tema atau teknik penyusunannya. Sehingga sebelum proses penempelan dilakukan, pola tersebut harus dibuat lebih dahulu. Caranya bisa menggunakan gambar yang bisa dibuat di atas kertas. Buat pola sesuai dengan warna pecahan keramik yang bisa didapat.

Jika pembuatan pola selesai dikerjakan, gambar pola tersebut di atas permukaan lantai yang akan dipasang keramik. Selanjutnya tinggal membuat adonan semen dan pasir. Lebih bagus apabila menggunakan semen yang proses pengeringannya tidak terlalu cepat. Hal ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk memasang keramik sisa waktunya juga lebih lama dibanding dengan keramik dalam bentuk yang masih utuh. Apalagi jika ukuran pecahan tersebut lebih kecil.

Namun jika keadaan tidak memungkinkan buatlah adonan sedikit demi sedikit saja. Jadi setelah adonan semen dan pasir dituangkan di permukaan lantai atau dindingi, pasang keramik sesuai dengan besarnya bidang yang diberi adonan tersebut. Setelah itu buat adonan dibuat lagi lalu proses pemasangan keramik kembali dilanjutkan. Demikian seterusnya.

agar pamasangan keramik bisa sesuai dengan pola yang telah dibuat, peletakan adonan semen serta pasir pada permukaan lantai harus dilakukan mengikuti alur pola atau gambar yang sudah dibuat. Pekerjaan ini akan menjadi rumit jika polanya juga banyak menggunakan garis maupun lengkung yang tidak beraturan. Jadi dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran tersendiri.

Bagian sulit yang lain yaitu pemasangan keramik itu sendiri. Jika mozaik saat ini pada umumnya menggunakan keramik kecil yang ukurannya selalu sama, namun pecahan keramik bentuk dan ukurannya selalu berbeda-beda. Teknik pemasangannya harus dilakukan sedemikian rupa agar bisa selalu rapat dan tidak memunculkan celah atau nat yang terlalu lebar dan besar.

Karena hal ini bisa membuat tampilan lantai dan dinding menjadi tidak sempurna. Selain itu celah atau nat yang terlalu lebar bisa membuat permukaan lantai menjadi tidak rata nat dan celah tersebut akan turun ke bawah jika sudah kering.

Hal yang sama juga terjadi pada garis atau bagian yang ada di pinggiran pila. Sistem pengaturan dan pemasangannya harus bisa pas, sehingga garis atau batas pola tersebut bisa terlihat dengan jelas dan tegas. Untuk menghindari terjadinya garis pola yang tidak bisa tegas, gunakan keramik yang warnanya saling kontras. Misalnya coklat tua disandingkan dengan biru muda, putih dan sebagainya.

Sumber gambar : http://www.newsviva.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Menghadirkan Kesan Kontras Namun Tetap Serasi di Teras Bali Cara Memilih Rumah Hunian yang Bebas dari Ancaman Banjir 
 Paduan Modern dan Tradisional Pada Bangunan Rumah Ukiran Suku Asmat yang Eksotis 
 Desain Material Kaca pada Bangunan Rumah Jenis Cat Dinding dan Teknik Aplikasinya 
 Jenis Pintu Kamar Mandi Memilih dan Merawat Furniture Outdoor 
 Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya Pemanfaatan Material Bangunan sebagai Penahan Radiasi Panas Matahari 
 Persamaan dan Perbedaan Desain Plafon Rumah Eropa dan Amerika Jenis Sertifikat Tanah 
 Sawah Bali untuk Landscape Villa Rumah Cantik Berdinding Kayu 
 Interior Paling Eksentrik Sedunia Tips Rancangan Rumah Terbuka 
 Faktor Penentu Keawetan dan Kualitas Dinding Bangunan Membuat Desain Rumah Kubus 
 Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern Membuat Kolam Renang Sendiri untuk Rumah atau Villa Anda 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Instagram - Image Bali Arsitek dan Kontraktor Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2016 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Web developed by BaliWS
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker