Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Masalah yang Sering Terjadi Pada Penggunaan Semen

Masalah yang Sering Terjadi Pada Penggunaan Semen

Semen adalah bahan untuk membuat adonan agegrat yang dicampur dengan pasir atau batu. Tapi berbeda dengan dua bahan yang disebut terakhir, semen adalah produk buatan pabrik dan tidak diambil secara langsung sepert pasir dan batu namun harus diolah lebih dahulu. Meski sistem pengolahannya memakai teknologi modern, semen tetap sering memunculkan beberapa masalah.

Beberapa masalah yang sering terjadi pada penggunaan semen antara lain adalah segregasi. Yaitu agregrat yang tidak bisa menyatu dan terpisah karena campurannya tidak merata. Beberapa penyebabnya yaitu karena slum yang rendah, gradasi agregrat yang tidak bagus, BJ agegrat yang lebih banyak dari agregrat halus atau agegrat campuran pada beton kurang banyak.Penyebab yang lain, terlalu tingginya tinggi jatuh pengecoran atau pemakaian alat getar yang terlalu lama.

Untuk mengatasi masalah ini, cara yang bisa ditempuh adalah jalan untuk membuat campuran beton tidak boleh terlalu jauh dan tinggi. Dan ketika membuat perencanaan campuran harus bisa memadai baik menggunakan bahan admixture atau tidak memakainya. Selain itu kelecakan beton harus dirubah atau ditinggikan dengan metode memberi tambahan bahan.

Masalah kedua adalah bleeding dimana air campuran naik ke atas di permukaan beton begitu proses pengecoran selesai. Sementara itu bahan agregrat yang sifatnya lebih kasar jadi turun ke bawah. Penyabab masalah ini juga ada dua. Pertama adalah campuran atau rasionya terlalu tinggi dan ketika pengecoran dilakukan ada penambahan air yang sebenarnya tidak perlu. Yang kedua yaitu campuran beton yang tidak bagus dan material halus yang tidak cukup sehingga membuat air naik ke permukaan.

Cara mengatasinya yaitu nilai kehalusan atau finer yang bisa dilakukan dengan dua sistem. Yang pertama melakukan kombinasi antara pasir yang kasar dan halus atau bisa juga memakai abu batu. Tujuannya adalah agar adonan beton yang dihasilkan bisa lebih kohesif. Cara kedua yaitu jumlah semennya dinaikan agar kemampuan admixture atau campuran yang diperlukan untuk menjaga daya kerja bisa ikut bertambah.

Masalah lainnya yaitu shrinkage atau penyusutan. Penyebabnya yaitu karena pemakaian air atau semen yang terlalu banyak dan ukuran kehalusan pada agregrat tidak sesuai dengan syarat yang telah ditentukan. Untuk menanggulangi masalah ini, cara yang bisa ditempuh yaitu terdapat dua sistem yang bisa diterapkan yaitu sistem sodium silicate based material dan sistem wax based material.

Penggunaan sistem sodium silicate based mater atau penyemprotan bertujuan untuk membuat adonan bisa meresap dalam beton secara maksimal dan proses hidrasi menjadi lebih cepat. Jadi munculnya retak karena penyusustan bisa dihindari. Agar bisa mendapat hasil yang lebih bagus sebaiknya penyemrotan ini dilakukan secara berulang selama satu hingga tiga hari.

Sedangkan jika menggunakan sistem wax based material, gunanya untuk membuat suatu lapisan membran di bagian permukaan atau atas beton. Lapisan membrane ini bisa membuat kecepatan evaprosi jadi lebih teratur. Bagi yang memakai balok dan kolom bisa menggunakan clear curing compound. Sedangkan untuk aplikasi beton semen pada jalan bisa memakai white pigmented.

Masalah lain yang juga sering muncul adalah bug hole yaitu adanya lubang atau rongga yang bisa timbul di atas permukaan ketika beton sudah menjadi kering. Sebabnya adalah karena ada udara yang tidak bisa keluar atau terjebak di dalam adonan beton. Udara ini terjadi ketika proses pengadukan sedang berlangsung.

Cara mengatasinya, memakai cetakan minyak atau mold oil yang sifatnya tidak lengket seperti water based oil bisa mengurangi terjadinya resiko bug hole. Namun pemakaiannya harus dapat dilakukan dengan cepat, maksimal enam jam kemudian langsung dilanjutkan dengan pengerjaan cor. Atau bisa juga melakukan modifikasi dan perubahan atau mix design sehingga beton jadi lebih kohesif. Caranya adalah dengan meninggikan campuran pasir.

Sumber gambar : http://www.dincbeton.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penataan Interior Perbandingan Lapis Perekat dan Resap Pengikat Serta Teknik Pemasangannya 
 Pengertian dan Cara Membuat Taman Komunal Tempat Tidur di Ruang Terbuka Bernuansa Bali 
 Feng Shui dan Primbon dalam Membangun Rumah Rumah Panggung Alami di Ubud Bali 
 Menggunakan Tanaman Rambat Untuk Memperindah Tampilan Rumah Halte Bus Terunik di Dunia 
 Membuat Kusen Dari Beton Cor Kelebihan Rumah di Pojok 
 Seluk-Beluk Kontrak Kerja dengan Arsitek atau Kontraktor Menggunakan Cat Untuk Menciptakan Dimensi Ruang 
 Kolam Renang Atas Bukit di Bali yang Eksotis Meredam Kebisingan Untuk di Rumah Pinggir Jalan 
 Menggunakan Kayu Utuh atau Glondong Untuk Dinding Keuntungan dan Tips Membuat Taman Terasering 
 Fenomena Arsitektur di Indonesia Ide dan Cara Membuat Taman Kecil di Tempat Tidur 
 Indahnya Gapura Taman Bali Teknik Menggunakan Beton Vibrator 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker