Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Teknik Memasang Pondasi Batu Kali

Teknik Memasang Pondasi Batu Kali

Pondasi adalah salah satu bagian utama dalam pendirian suatu bangunan. Kuat lemahnya atau kwalitas bangunan sangat dipengaruhi oleh kosntruksi dan pondasinya. Karena pondasi berfungsi sebagai landasan atau dasar untuk element bangunan lain yang ada di atasnya. Sehingga pondasi harus selalu dalam kondisi yang statis. Maksudnya adalah tidak bisa bergeser baik dengan cara horizontal maupun vertikal.

Pondasi yang baik harus bisa memenuhi beberapa syarat. Antara lain yaitu punya kontruksi yang kokoh dan kuar agar tidak mudah terjadi pergeseran tempat dan posisi. Kedua bisa menyesuaikan jika ada peristiwa tanah bergerak, mengembang atau menyusut maupun hal-hal lain yang timbul akibat terjadi bencana gempa.

Lalu syarat yang ketiga adalah jika tanah atau lahan yang digunakani untuk membuat bangunan punya unsur dan kandungan kimiawi baik yang bersifat organik atau bukan organik pondasi itu bisa menahan pengaruh-pengaruh yang muncul. Sedangkan syarat keempat jika ada tekanan air yang cukup besar, pondasi mampu menahan tekanan yang muncul tersebut sehingga tidak dapat terjadi pergeseran tempat. Tekanan air yang besar biasanya muncul ketika ada bencana banjir.

Pondasi itu ada beberapa jenis. Tapi untuk bangunan yang hanya terdiri dari satu lantai saja bisa memakai jenis pondasi batu kali. Pondasi ini menggunakan bahan utama batu kali yang ditanam atau dipasang ke dalam tanah. Pada umumnya pondasi batu kali ini berbentuk seperti trapezium dan pada bagian atasnya punya ukuran minimal duapuluh lima sentimeter.

Ukuran ini tidak boleh sama dengan lebar sebab jika tidak dibedakan punya pengaruh terhadap keakuratan pemasangan pondasi tersebut. Tidak akuratnya pemasangan ini bisa mengakibatkan fungsi utama dari pondasi jadi mengalami perubahan. Oleh karena itu ukuran di bagian bawah selalu disesuaikan dengan beban yang ada di atasnya. Namun standar yang paling umum adalah sekitar tujuhpuluh hingga delapanpuluh sentimeter.

Adapun batu yang bisa digunakan adalah ukuran diameternya yaitu kurang lebih duapuluh lima sentimeter. Jika mendapat batu yang ukurannya lebih besar bisa dipecah lebih dahulu. Sehingga proses pemasangannya lebih mudah dilakukan dan hasilnya bisa lebih kuat, kokoh dan rapi.

Bagi yang ingin tahu cara dan teknik memasang pondasi batu kali, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. Pertama ukur lebih dulu tanah yang akan dipakai untuk meletakan pondasi. Lalu pasang bouwplank agar bisa diketahui ukuran ketinggian muka tanah kemudian pasang tali atau benang dengan tujuan untuk menjaga agar pondasi tetap bisa lurus dan tegak.

Kedua, lalukan penggalian tanah untuk lubang pondasi dengan ukuran kedalaman kurang lebih limapuluh sentimeter. Ukuran setengah sentimeter ini digunakan jika dinding yang akan dibuat nantinya punya ukuran tinggi tiga meter. Jika ukuran dinding tersebut lebih tinggi, tentu ukuran lubang pondasinya juga harus semakin dalam.

Selanjutnya landasan yang berada di dalam lubang galian ini diberi anstamping dengan ukuran sekitar duapuluh sentimeter dan batunya dipasang dengan posisi tegak. Kemudian di bagian atas anstamping ini diberi susunan batu kali menggunakan perekat dari adonan semen dan pasir yang komposisi perbandingannya adalah satu untuk semen dan lima untuk pasir. Sedangkan ukuran susunan batu kali untuk pondasi tersebut adalah delapan puluh sentimeter. Jadi apabila disatukan dengan anstamping, ukuran totalnya adalah satu meter.

Selain digunakan sebagai perekat, adonan semen dan pasir jgua dipakai untuk melakukan proses pemadatan menggunakan alat dari tongkat besi agar dapat menutup serta mengisi lubang-lubang atau rongga yang ada di susunan batu. Jika semuanya sudah dikerjakan dengan baik maka tinggal menunggu proses pengerasan dan pengeringan yang memakan waktu sekitar empat hari hingga satu minggu. Setelah itu pondasi siap digunakan untuk membuat bangunan dan diberi beban pada bagian atasnya.

Sumber gambar : http://99dhyc.wordpress.com

 
Artikel Lainnya :
 Mengenal Arsitektur Tradisional Rumah Jawa Acuan Dan Hal Penting Dalam Mendesain Mini Bar di Rumah 
 Merawat Kayu Menurut Jenisnya Teknik dan Cara Membuat Atap Rumput 
 Mengenal Lebih Dekat Dengan Pergola Aneka Jenis Pekerjaan Finishing Bangunan 
 Kanopi Paling Mentereng Membuat Taman Mini di Celah-celah Susunan Paving Blok 
 Cara Membuat Hiasan Dinding dari Teralis Kayu dan Tanaman Hias Jenis-jenis Taman Vertikal dan Cara Pembuatannya 
 Membuat dan Mendesain Kubah/Tower Perbedaan Model Lampu Outdoor dan Indor 
 Alasan untuk Melakukan Renovasi Membuat Desain Teras Bali Agar Terlihat Lebih Indah dan Terang 
 Menggunakan Cat Untuk Menciptakan Dimensi Ruang Desain Interior Toko Buku dan Perpustakaan 
 Ide Menarik Membuat Pot Kincir Angin Perbedaan Rumah Dari Batu Bata dan Batu Alam 
 Undangan Kerjasama : Penyedia Jasa Arsitek dan Kontraktor Online Indonesia Teknik Mempercantik Rumah Kontrakan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker