Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Jenis Metode Pemasangan Marmer Dinding

Jenis Metode Pemasangan Marmer Dinding

Marmer adalah salah satu jenis batu alam yang dihasilkan dari proses pengendapan pada bagian kerak bumi yang punya banyak kandungan batu gamping lalu terjadi perubahan yang sering dinamakan dengan metamorphosis. Perubahan inilah yang membuat batu gamping itu menjadi batu marmer. Waktu yang dibutuhkan pada proses metamorphosis tersebut tidak hanya dalam hitungan ratusan tahun saja namun hingga beribu-ribu tahun.

Oleh karena harga batu marmer sangat mahal sebab tidak semua tempat bisa menghasilkan sendiri. Dengan alasan inilah pemakaian batu marmer lebih sering diaplikasikan pada bangunan mewah dan punya alokasi dana yang lebih besar. Sedangkan desainnya bisa menyesuaikan, tidak harus menggunakan gaya yang modern saja.

Selain untuk membuat lantai marmer juga bisa dipakai sebagai lapisan penutup dinding. Sistem atau metode pemasangan marmer dinding tersebut ada dua jenis yaitu sistem basah dan sistem kering. Meski konsepnya berbeda tapi tujuannya tetap sama yaitu bisa dikerjakan lebih cepat dan biaya yang dikeluarkan dapat ditekan agar tidak terjadi pemborosan tapi hasilnya tetap bagus.

Bila menggunakan sistem basah hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan lebih dulu bahan dan peralatan yang akan dipakai dalam proses pengerjaan. Setelah itu lakukan pengecekan dan seleksi untuk memilah batu marmer yang punya cacat permanen. Selain itu pemilihan warna dan arah atau posisi pemasangan ditentukan dan ditata dengan baik agar terlihat lebih serasi dan selaras.

Langkah berikutnya yaitu memberi tanda yang disesuaikan dengan tampilan serat serta memberi dan membuat lubang pada salah satu bagian marmer. Lubang ini nantinya dipakai sebagai tempat untuk memasang angkur dan paku yang ditempelkan atau dimasukan dalam dinding. Kemudian gunakan benang ukur untuk menentukan arah horizontal dan vertikal yang disesuaikan dengan draft dan gambar pelaksanaan atau shop drawing. Untuk pemasangan angkur juga harus dapat disesuaikan dengan letak marking memakai bantuan paku.

Setelah itu proses pemasangan marmer dapat dikerjakan. Bagian pertama yang dipasang adalah yang vertikal lebih dulu kemudian disusul pada bagian lain yang arahnya horizontal. Jika semua sudah selesai tinggal mengisi celah antara marmer dan dinding dengan adukan. Pengisian adukan ini harus dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya pergeseran tempat batu marmer yang sudah terpasang. Namun pada sisi yang lain, semua bagian harus bisa terisi adukan secara penuh agar tidak memunculkan rongga atau lubang sebab bisa menyebabkan marmer mudah terlepas.

Agar hasil pemasangannya tampak lebih indah dan rapi lakukan pengecekan terhadap ketegakan dan kerataan pada setiap batu marmer yang telah terpasang. Jika adukan pada spesi sudah kering, kawat atau paku bantu bisa dilepas kemudian disusul dengan pengisian nat. Selanjutnya lakukan pembersihan memakai kain lap yang dibasahi dengan air.

Untuk pemasangan yang menggunakan sistem kering sebenarnya proses yang dilalui tidak begitu jauh berbeda dengan sistem basah. Perbedaannya adalah sistem kering tidak memerlukan spesi yang fungsinya sebagai bahan untuk merekatkan dinding dan batu marmer. Media perekatannya hanya memakai paku dan angkur. Keduanya dapat dipasang sesuai dengan shop drawing yang telah dibuat sebelumnya. Jadi pada sistem kering ini biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih irit karena tidak memerlukan adukan lagi sebagaimana sistem basah.

Yang perlu diketahui, sistem basah sebenarnya lebih cocok diaplikasikan untuk pemasangan batu marmer pada lantai. Hal ini dikarenakan antara lantai dan marmer ikatannya bisa tahan lama dan kuat. Tapi jika berada di tempat yang sering terkena air misalnya kamar mandi harus dilakukan scred dan tunggu beberapa saat hingga kondisinya benar-benar sudah kering. Setelah itu proses pemasangan marmer bisa dikerjakan.

Sumber gambar : http://realityofadreamer.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Teknik Pembuatan Konstruksi dan Pembagian Ruang Rumah Adat Lobo di Ternate Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern 
 Beberapa Pertanyaan Penting Sebelum Memilih Arsitek Aplikasi Desain Minimalis Rumah pada Arsitektur Bali 
 Desain Arsitektur Kontemporer di Tepi Pantai Aplikasi Atap Miring Rumah Villa di Bogor Jawa Barat 
 Rumah Panggung Anti Gempa Dari Kayu Jasa Arsitek sebagai Bagian Investasi Rumah Anda 
 Rumah Pohon yang Fantastik Tips Membuat Konstruksi Rumah yang Murah 
 Keindahan Arsitektur Gedung Sate di Bandung Jawa Barat Landscape Rumah Kampung Bali Dengan Tampilan yang Sangat Alami 
 Rumah Lollipop Gedung Kantor Unik di Jakarta 
 Membuat Kolam Tanpa Tepi Teknik dan Cara Membuat desain Gapura Kampung 
 Mengapa Cat Baru Cepat Mengelupas? Tujuan Menjaga Jarak Bangunan 
 Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Penggunaan Atap Baja Ringan Hadirkan Suasana Pantai di Rumah 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker