Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Mendirikan Bangunan Tanpa Bekisting

Mendirikan Bangunan Tanpa Bekisting

Bekisting adalah salah satu bagian terpenting dalam proses pembuatan bangunan. Bisa dikatakan jika tanpa adanya bekisting, maka pendirian gedung terutama gedung yang bertingkat tidak bisa dilakukan. Namun saat ini sudah mulai muncul pemikiran untuk menemukan ide bagainama cara mendirikan bangunan tanpa bekisting.

Tentu pemikiran ini butuh penelitian yang lebih mendalam. Sebab hampir segala jenis bangunan yang dibuat pada saat ini selalu menggunakan material tulang beton maupun struktur dari bahan baja sebagai element utamanya. Dua jenis material ini dalam pemakaiannya butuh cetakan agar bisa dibentuk seperti keinginan dan rencana yang telah dibuat. Meski ada gedung yang memakai bahan precast yang dibuat secara langsung di lapangan, namun tetap saja pembuatan precast itu membutuhkan beksiting.

Munculnya ide untuk mendirikan bangunan tanpa memerlukan bekisting didasari atas pemikiran yang sangat bagus sekali. Yaitu untuk mengurangi pemakaian bahan meteraial yang diambil secara langsung dari alam seperti kayu. Jadi penggunaan kayu yang berkurang dapat membuat lingkungan jadi lestari. Tapi bagaimana penerapannya, hingga sekarang belum seorangpun ahli bangunan yang menemukan teknologi untuk mengganti peran bekisting.

Beberapa ahli mengatakan bahwa membuat bangunan tanpa bekisting itu bisa dilakukan namun bangunan tersebut tidak bertingkat atau mengarah ke atas. Namun yang menjadi masalah adalah bangunan bertingkat tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengatasi keterbatasan lahan yang ada. Jika dibuat secara mendatar, artinya sama saja mendatangkan masalah seperti sebelum teknik penggunaan gedung bertingkat yang memakai bekisting diterapkan.

Lalu bagaimana seandainya jika gedung tersebut tidak mengarah ke atas, namun masuk ke dalam tanah?. Ide ini sebenarnya sangat bagus diterapkan. Hanya saja harus ada pemikiran lain apabila gedung ini terdiri dari puluhan lantai seperti gedung pencakar langit yang selama ini sudah sering kita lihat.

Bagaimana pula dengan pasokan udara atau oksigen agar bisa menembus ruang yang berada di bawah tanah dengan ukuran yang sangat dalam?. Belum lagi jika bicara tentang sistem keamanan dari bencana gempa dan sebagainya. Masalah ini tentu harus bisa dipecahkan. Hal ini juga sama ketika ada ide lain yaitu mendirikan bangunan yang lokasinya berada di dalam laut.

Berdasarkan hasil pemikiran tersebut, ada beberapa teknik yang secara ilmiah bisa diterapkan meski harus membutuhkan waktu serta penelitian yang lebih mendalam. Sehingga suatu saat ide pembuatan bangunan yang tidak perlu menggunakan bekisting bisa diaplikasikan dengan mudah.

Pertama adalah jika kita berperan sebagai kontraktor bangunan, bisa mendapatkan beton precast dalam bentuk yang sudah jadi serta disesuaikan dengan desain serta bentuk gedung yang akan dibangun. Dari sudut pandang pihak kontraktor tentu penggunaan beton percas tersebut secara otomatis tidak akan memerlukan bekisting lagi. Namun jika pihak produsen beton ketika dapat pesanan dan membuat produknya tetap memakai bekisting, maka konsep ini sama saja tidak ada artinya sama sekali.

Cara kedua justru lebih masuk di akal yaitu memakai jasa perusahaan yang punya kemampuan untuk membuat produk rumah yang siap bangun dan siap pasang yang dapat dikerjakan dalam waktu singkat dan bisa dilepas kembali per bagian. Sehingga konsepnya seperti rumah bongkar pasang. Jadi ketika mendirikan bangunan tidak memerlukan bekisting. Namun apakah konsep yang satu ini bisa diaplikasikan untuk gedung yang tinggi dan besar, tentu masih jadi pertanyaan yang belum bisa terjawab.

Sedang cara yang ketiga, bisa menggunakan bahan daur ulang untuk membuat bangunan. Cara seperti ini sudah banyak yang mencoba untuk menerapkan dan mencobanya, namun tetap saja belum dapat diaplikasikan untuk bangunan yang bertingkat banyak. Mungkin harus dicari lebih dalam lagi metode-metode lain yang bisa diterapkan untuk segala jenis bangunan atau gedung baik yang berukuran kecil maupun besar dan bertingkat.

Sumber gambar : http://vitravico.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Membuat Desain Ruang Bernuansakan Timur Tengah Ide Menarik Membuat Desain Atap Lengkung 
 Meletakan Benda Seni di Kamar Mandi Investasi Membangun Rumah Kost Exclusive 
 Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari Fungsi dan Cara Memilih Besi Wiremesh 
 Kaki Meja yang Unik di Restoran Bali Ide Menarik Membuat Desain Atap  
 Tips Merawat Rumah Papan Tips Desain Rumah Bambu 
 Menjadikan Warna Kuning Sebagai Fokus Utama Tampilan Ruang Keindahan Arsitektur Gedung Sate di Bandung Jawa Barat 
 Ide Menarik Menyatukan Kelambu Tempat Tidur dan Plafon Mempercantik Ruang Dengan Kaca Patri 
 Kekurangan dan Kelebihan Kusen Kayu dan Alumunium Ide Menarik Membuat Desain Tangga Teras Dari Kayu 
 Menyelaraskan Bentuk, Ukuran Bangunan Serta Furniture Yang Digunakan Bagaimana Mewujudkan Gemercik Air Terjun Buatan yang Nyaman dalam Rumah 
 Perbandingan Rumah di Komplek Perumahan dan Perkampungan Batu Ekspos sebagai Focal Point Ruang Makan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker