Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Membuat Sumur Bor

Membuat Sumur Bor

Air adalah salah satu sumber kehidupan. Dan untuk mendapatkan air ada berbagai macam cara yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah dengan cara berlangganan melalui Perusahaan Daerah atau Air Minum (PDAM). Tapi yang sering jadi masalah adalah, aliran air dari PDAM ini sering mengalami kemacetan sehingga bisa menimbulkan masalah tersendiri. Sedangkan jika membuat sumur galian, saat ini terutama di daerah perkotaan tentu lahannya tidak akan mencukupi.

Salah satu sistem yang paling populer dan sering ditempuh masyarakat saat ini adalah membuat sumur bor. Jenis sumur yang satu ini memang punya kelebihan utama yaitu tidak perlu tempat atau lahan yang begitu luas seperti sumur galian atau konvesional. Selain itu proses pengerjaan sumur bor juga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama dan resiko terjadinya kegagalan jauh lebih sedikit.

Sebelum membuat sumur bor, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi dan tempatnya lebih dulu. Tempat yang paling baik untuk lokasi pembuatan sumur bor adalah tidak terlalu dekat dengan wc atau toilet dan kamar mandi. Tujuannya yaitu agar tidak ada kontiminasi antara air limbah buangan dan air yang ada di dalam tanah. Jarak minimalnya adalah lima meter. Tapi untuk jenis tanah yang berpasir adalah tujuh setengah meter. Jika ada septic tanknya maka jaraknya harus lebih jauh lagi yaitu antara sembilan hingga duabelas meter.

Lalu bagaimana cara mengetahui jika lokasi yang dipilih terdapat sumber mata airnya atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua sistem tradisional yang bisa dilakukan. Pertama adalah menggunakan media garam. Caranya sangat mudah sekali, letakan sekitar satu atau dua genggam garam di permukaan tanah lalu ditutup kaleng bekas.

Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan di waktu malam sekitar pukul tujuh atau delapan. Dan lebih bagus lagi jika sedang musim kemarau. Sebab pada saat itu tidak ada limpahan air hujan yang masuk dalam tanah sehingga hasil penelitian yang didapat bisa semakin akurat. Kemudian pada pagi harinya lakukan pengecekan. Jika garam tersebut habis atau hanya meninggalkan sisa yang sedikit, itu pertanda bila di tempat tersebut ada sumber yang mata airnya cukup berlimpah.

Cara kedua adalah menggunakan daun pisang atau daun pohon jati. Caranya kurang lebih sama dengan teknik pertama. Letakan daun tersebut di atas permukaan tanah pada waktu malam hari lalu dilihat pada pagi hari. Jika daun tersebut banyak mengandung embun maka bisa dipastikan bila di tempat itu punya kandungan air yang banyak. Agar bisa lebih praktis, lakukan pekerjaan ini di beberapa tempat sekaligus, sehingga dapat memilih dimana sisa garam yang paling sedikit atau daun yang paling banyak embunnya.

Yang perlu diingat, cara seperti ini hanya bisa dipakai untuk menentukan sumber mata air. Tapi untuk kualitas air itu apakah memenuhi syarat kesehatan harus dilakukan pengecekan tersendiri. Adapun air yang sehat harus memenuhi beberapa syarat yaitu berwarna jernih dan tidak keruh, tidak mengandung warna tertentu, terasa tawar jika diminum, tidak berbau, tidak mengandung bahan kimia dan sebagainya. Agar bisa lebih yakin, bawa saja contoh air ke laboratorium untuk mengetahui kandungan yang ada dan kadar ph nya.

Selanjutnya jika sumur bor tersebut sudah jadi dan airnya memenuhi syarat kesehatan, di bagian permukaan atasnya diberi tutup dinding dengan jarak sekitar tiga meter agar tidak ada air yang bisa merembes ke dalam tanah dan masuk ke saluran sumur bor. Jadi kualitas air bisa terjaga kebersihannya. Demikian pula permukaan tanah yang ada di sekitar sumur juga ditutup lapisan cor dengan tujuan yang sama. Lebih bagus lagi jika menggunakan saringan atau filter pada pipa utamanya.

Sumber gambar : http://www.100megsfree3.com

 
Artikel Lainnya :
 Jenis Kayu yang Cocok Untuk Kusen dan Kelebihannya Desain Unik Meningkatkan Value Investasi Rumah Anda 
 Secret Garden di Taman Tropis Museum Lukisan Sidik Jari Membuat Desain Teras Bali Agar Terlihat Lebih Indah dan Terang 
 Pekerjaan Upperstructure dan Substructure Pada Bangunan Keuntungan dan Tips Menghias Jendela dengan Tanaman Hias 
 Patung dan Topeng Untuk Menghias Ruang Gazebo Minimalis di Tepi Pantai Bali 
 Desain Teras Villa di Bali yang Indah Membuat Taman Mini di Celah-celah Susunan Paving Blok 
 Lampu Dinding Bergaya Gunungan Jawa Untuk Hiasan Interior Keindahan Taman Bukit Batu di Kalimantan 
 Tips Cantik Mendesain Apartemen Cara memilih dan Menyimpan Semen 
 Villa Bergaya Kontemporer Rumah Sehat Dengan Mengidentifikasi Sumber Pencemaran 
 Tidak Ada Dana Membangun Rumah? Manfaatkan Kredit Bank Dinding Batu Bata Bali yang Unik 
 Keindahan Bali dengan Arsitektur Tradisional Bali Mengganti Lantai Keramik Dengan Konsep Tile on Tile 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker