Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Manfaat dan Cara Membuat Sumur Resapan

Manfaat dan Cara Membuat Sumur Resapan

Sumur resapan yaitu salah satu jenis teknologi konservasi air yang bentuknya seperti sumur biasa tapi bukan untuk mengambil air. Yang ada justru kebalikannya, sumur resapan berfungsi untuk menyerap air lalu meresapkannya di dalam tanah. Daerah paling cocok untuk menerapkan sumur resapan ini adalah komplek pertokoan, perkantoran maupun fasilitas publik yang lain.

Adapun fungsi utamanya adalah untuk menyimpan cadangan air sehingga ketika sedang datang musim kemarau, pasokan air yang menjadi kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi. Namun cadangan air ini tidak bisa diambil secara langsung melainkan melalui sumur lain yang berada di sekitar sumur resapan tersebut.

Manfaat dari pembuatan dan penggunaan sumur resapan cukup banyak. Antara lain adalah dapat mengurangi aliran air yang ada di permukaan tanah sehingga resiko terjadinya genangan bahkan banjir bisa dikurangi atau dihilangkan. Karena tidak ada genangan dan banjir maupun air yang mengalir, maka proses terjadinya sedimentasi dan erosi juga bisa dihindari.

Jika di buat di sekitar daerah pantai atau laut, sumur resapan juga bisa menahan air laut tersebut tidak meresap dalam tanah yang mengandung air mineral biasa sehingga tetap bisa dikonsumsi dengan aman karena tidak mengandung garam yang tinggi.

Tapi jika berada di sekitar pabrik dan tempat lain yang menghasilkan limbah cair, sumur resapan bisa mengurangi resiko terjadinya pencemaran air dalam tanah. Selain itu sumur ini juga punya kemampuan mempertahankan permukaan air di dalam tanah sekaligus mencegah adanya proses penurunan atau land subsidence.

Jenis sumur resapan ini ada bermacam-macam. Misalnya sumur tanpa memakai pasangan pada dinding yang dasarnya biarkan kosong maupun sumur tanpa memakai pasangan dinding namun dasarnya diisi ijuk atau batu belah. Kemudian ada sumur yang memakai buis beton, batu cadas atau sumur yang memakai susunan batu bata, batoko atau batu kali.

Sedangkan cara membuat sumur resapan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat galian yang ukuran diameternya antara 80 sentimeter hingga satu meter serta kedalaman sekitar satu setengah meter tapi tidak boleh melebihi dari muka air tanah.

Agar dinding galian atau sumur menajdi kuat bisa diberi tutup dari buis beton. Bahan ini dapat diganti dengan dinding batu bata, batu batako atau batu kali tapi tidak perlu dilengkapi dengan lapisan penutup atau plester.

Setelah itu buat saluran yang nanti berfungsi sebagai tempat untuk air yang mau mengalir dan masuk di dalam sumur resapan, terutama air dari hujan yang turun atau air yang jatuh dari atap dan talang rumah. Pembuatan saluran ini bisa menggunakan bahan dari pipa paralon.

Setelah itu buat juga saluran untuk pembuangan yang asalnya dari sumur resapan menuju parit atau saluran pembuangan yang lain. Tujuan dari pembuatan saluran ini adalah untuk membuang air yang terlalu melimpah ketika sumur resapan sudah penuh. Jadi ketinggian pipa yang dipasang harus bisa lebih tinggi dibanding dengan muka air tanah yang tertinggi di parit atau selokan itu.

Langkah berikutnya tinggal mengisi lubang sumur atau bagian luar dinding dengan batu koral yang ukuran tebalnya yaitu sekitar limabelas sentimeter. Setelah itu tutup bagian atasnya dengan beton atau plat maupun bahan lain yang kuat. Selanjutnya bisa ditutup lagi dengan urugan tanah biasa. Jadi sumur resapan ini nantinya tidak terlihat sama sekali dari atas permukaan tanah dan bisa digunakan untuk keperluan yang lain.

dibandingkan dengan sumur jenis biopori dana yang harus dikeluarkan untuk membuat sumur ini memang lebih banyak. Tapi melihat fungsi dan manfaatnya yang begitu banyak, tentu biaya itu tidak akan sebanding dengan apa yang kita peroleh.

Sumber gambar : http://waterliteracyfoundation.perso.rezel.net

 

 
Artikel Lainnya :
 Teknik Membuat Cor Beton Beberapa Hal Penting Sebelum Memutuskan Membeli Tanah 
 Mengenal Jenis-jenis Jendela Arsitektur Tradisional Sasak di Lombok 
 Keuntungan dan Cara Menggunakan Kusen Alumunium Teknik Pembuatan Septik Tank 
 Mengganti Lantai Keramik Dengan Konsep Tile on Tile Membuat Perhitungan Dana Untuk Membuat Atap Baja  
 Dulu Kayu sebagai Kayu Bakar, Kini Kayu Memewahkan Sebuah Bangunan Desain Furniture Paling Aneh 
 Hiasan Lampu Gantung Tercantik Membuat Kamar Mandi Terbuka 
 Membuat Ruang Tamu Berkonsep Outdoor Agar Rumah Panggung Bali Terlihat Lebih Anggun dan Megah 
 Rumah Gurita di Bandung yang Menakjubkan Menjadikan Karya Arsitek Sebagai Simbol Wilayah 
 Tips Desain Rumah Tahan Banjir Teknik dan Cara Membuat Dipan Goyang atau Gantung 
 Desain Teras Bali yang Segar dan Alami Jenis-jenis Bambu Untuk Bangunan dan Fungsinya 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker