Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Pengertian Dari Istilah Dinding Bernafas

Pengertian Dari Istilah Dinding Bernafas

Bagi yang belum memahami dengan baik pasti akan mengira jika yang dimaksud dengan dinding bernafas itu adalah dinding yang bisa melakukan pernafasan seperti makluk hidup. Lalu dengan nada penasaran mereka berpikir, bagaimana dinding tersebut bisa bernafas padahal bukan bagian dari makluk hidup.

Arti dari dinding bernafas sebenarnya ditujukan pada dinding yang mampu menciptakan suatu sistem sirkulasi udara hingga ruang yang ada di dalam tetap terasa sejuk dan segar dan membuat penghuni rumah tidak merasa kepanasan tanpa menggunakan bantuan media lain seperti jendela atau pintu.

Namun sekarang pengertian dari istilah dinding bernafas ini agak berubah karena dinding tersebut tetap bisa memakai media bantuan jendela, namun jendela dan pintu tersebut tetap harus bisa membuat udara keluar masuk dalam ruang meski dalam kondisi yang tertutup.

Caranya bisa dilakukan dengan membuat jendela dan pintu jalusi. Yaitu jenis jendela yang pada bagian daunnya dibuat dari bidang seperti susunan kayu yang diatur sedemikian rupa sehingga tampilannya tidak rapat tapi agak miring. Beberapa puluh tahun yang lalu konsep desain jendela seperti ini pernah mengalami tingkat kepopuleran yang cukup tinggi.

Konsep jendela dan pintu jalusi bisa membuat udara keluar masuk ruang melalui celah-celah yang ada dalam sistem jalusi tersebut. Dan saat ini sudah ada bahan jadi untuk membuat jendela jalusi sehingga pemakai tinggal memasangnya saja tanpa perlu membuatnya sendiri.

Bahan yang digunakan untuk membuatnya tidak dari kayu lagi melainkan lembaran logam yang sangat tipis dan bisa digerakan menggunakan suatu alat. Jadi besarnya udara yang masuk atau keluar dapat diatur. Berbeda dengan jalusi dari kayu yang hanya bisa dipasang secara permanent sehingga besaran udara tidak bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

Selain jalusi, dinding bernafas juga bisa dibuat dari bahan lain misalnya dinding dari papan kayu yang tidak disusun secara rapat. Ukuran maupun jumlah lubang ini bisa disesuaikan dengan luas ruang yang ada. Selalin itu masih ada media lain yaitu dari kere bambu. Jika biasanya kere hanya dipakai untuk penutup saja, namun kali ini digunakan untuk membuat dinding. Adapun teknik dan metodenya bisa diseleraskan dengan desain dan bentuk bentuk ruang atau bangunan bila dinding ini dibuat di bagian luar atau eksterior.

Dinding biasa yang dibuat dari batu bata juga bisa dijadikan sebagai dinding bernafas. Tekniknya hampir sama dengan teknik untuk membuat dinding bernafas dari kayu. Jadi pembuatan dinding tinggal memberi celah atau lubang pada bagian tertentu.

Teknik pembuatan dinding bernafas ini memang membutuhkan perhitungan yang cukup cermat karena punya pengaruh terhadap tampilan ruang dan bangunan secara keseluruhan. Jadi pembuat atau arsitektur bangunan harus bisa membuat perkiraan bagian mana saja yang sekiranya cocok dibuat dinding benafas sehingga bentuk dan desainnya tetap terlihat indah dan menarik.

Dan yang lebih penting lagi, pembuatan dinding bernafas ini tidak boleh mengurangi nilai-nilai privacy penghuninya. Karena ada lubang pada dinding maka bagian dalam yang ada diruang bisa terlihat dari luar. Ini merupakan faktor yang harus diperhatikan karena juga punya kaitan dengan masalah keamanan dan lain-lain.

Problem lain yang juga sering menjadi masalah adalah ukuran dan jumlah lubang. Jangan sampai terjadi karena adanya jendela bernafas penghuni justru merasa tidak nyaman karena kondisi di dalam ruang terlalu dingin.

Padahal tujuan utama dari pembuatan dinding bernafas adalah untuk menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman secara alami. Jika angin yang masuk dalam ruang bukannya kesejukan yang didapat namun malah membuat orang yang ada di dalamnya menjadi mudah masuk angin. Hal ini tentu harus dihindari.

Sumber gambar : http://www.futuremodes.com

 

 
Artikel Lainnya :
 Mengenal Jenis Alat Untuk Memasang Tiang Pancang Paduan Kuning Merah Rumah Kayu di Jawa Barat 
 Teknik Menggunakan Keramik Bekas Membuat Gudang Atau Tempat Penyimpanan Barang 
 Memilih dan Merawat Genset Rumah Cara Mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) 
 Kolam Pemandian yang Indah di Taman Sari Bentuk Bangunan Paling Lucu 
 Pertimbangan Memilih Tempat Tidur yang Sehat dan Nyaman Renovasi Hotel , Upaya Efektif Meningkatkan Nilai Jual Kamar 
 Mengenal Jenis-jenis Plafon Tips Cara Membeli Rumah Second /Bekas 
 Menelusuri Perkembangan jenis dan Bentuk Ragam Hias Bali Butuh Interior Designer di Bali? Hubungi Kami ! 
 Pertimbangan Menggunakan Wallpaper Untuk Memperindah Dinding Rumah Pesona Gereja Blenduk di Semarang 
 Kelebihan dan Cara Memilih Batako yang Baik Butuh Kontraktor Landscape/Lanskap untuk Villa atau Hotel Anda? 
 Perbedaan Desain Istana di Eropa dan Asia Bagian Rumah Yang Perlu Mendapat Perhatian Kesehatan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2014 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker