Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
 
 
   
Loading
 
 

Fungsi dan Cara Membuat Maket Bangunan

Fungsi dan Cara Membuat Maket Bangunan

Ketika melihat suatu pameran rumah atau bangunan, hampir dipastikan pengunjung yang datang pasti bisa menyasikan bentuk bangunan atau rumah tersebut dalam ukuran yang jauh lebih kecil atau miniaturnya saja. Miniatur bangunan dan rumah inilah yang sering disebut dan dinamakan dengan maket.

Keberadaan dari maket bangunan atau rumah ini sebenarnya punya fungsi yang cukup banyak. Bagi pembuat bangunan dan penjualnya, maket bisa menjadi media yang sangat praktis dan efektif untuk memberi keterangan dan presentasi pada calon pembeli dan konsumen yang ingin membeli rumah tersebut. Karena calon pembeli bisa mendapat gambaran yang lebih jelas dan detail terhadap rumah yang ingin dimilikinya.

Penggunaan maket juga bisa memperkuat daya jual property selain brosur dan media penawaran yang lain. Karena jika brosur hanya bisa menampilan gambar dalam bentuk satu dimensi, namun maket bisa memperlihatkan bentuk visual bangunan secara tiga dimensi dalam bentuk yang utuh, tidak terpisah-pisah. Desain dan arsitektur bangunan dari luar serta interior yang ada di dalam bisa dilihat dalam waktu yang bersamaan.

Oleh karena itu maket bisa dikatakan sebagai alat komunikasi yang paling mudah bagi penjual rumah maupun developer dan calon pembeli. Karena biasanya calon pembeli adalah masyarakat awam yang kurang begitu memahami seluk beluk dunia arsitektur bila ingin menanyakan sesuatu bisa dilakukan dengan cara menunjuk bagian tertentu pada maket tersebut. Jadi pihak penjual juga akan lebih mudah untuk memberi pemahaman pada mereka.

Jadi maket yang baik yaitu maket yang tidak hanya memberi gambaran bentuk bangunan dan interiornya saja, tapi juga harus lengkap dengan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Misalnya apakah rumah tersebut berada di pinggir jalan yang besar atau berlokasi di tengah kota maupun di tepi sungai dan sebagainya. Semua ini bisa dijelaskan melalui maket, sehingga calon konsumen bisa mendapat bayangan kondisi lingkungan yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Cara membuat maket sebenarnya tidak begitu sulit dan biayanya juga tidak besar. Bahan yang bisa digunakan untuk membuatnya antara lain adalah kayu triplek, stereofoam atau chip board. Jika ingin yang lebih murah lagi bisa memakai kertas karton biasa. Apabila ingin memberi efek rumput, bisa memakai serbuk hasil penggergajian kayu yang lalu diberi warna cat hijau dengan cara disemprot. Bisa juga memakai potongan karpet atau kain beludru warna hijau.

Kemudian untuk memberi efek lain seperti danau, pantai atau sungai bahan yang bisa digunakan adalah kertas warna biru yang diberi taburan gula lalu ditutup plastik bening. Sedangkan element jendela dan pintu, bisa memakai plastik tebal atau lembaran mika. Untuk atapnya, terbuat dari sendok kayu yang biasanya dipakai untuk makan es krim atau ijuk, disesuaikan dengan jenis atap asli yang dibuat pada rumah tersebut.

Bagian paling penting yang harus mendapat perhatikan ketika membuat maket adalah skalanya. Hitung setiap bagian bangunan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan ukuran. Dari skala ini bentuk bangunan yang asli bisa tergambar dalam maket dengan benar. Jangan sampai terjadi, ada bangunan yang ukurannya cukup tinggi namun di dalam maket justru terlihat lebih rendah.

Masalah ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi dalam proses pembuatan maket terutama yang berkaitan dengan skala ukuran. Padahal dari ukuran inilah calon pembeli atau pengguna banguan akan mendapat bayangan tentang nilai kenyamanan pada tempat yang mau dibelinya tersebut. Demikian pula dengan skala yang lain seperti pembagian ruang, jarak dengan bangunan yang lain dan sebagainya jangan sampai ada permasalahan yang timbul.

Agar tidak mudah mengalami kerusakan, sebaiknya dimasukan dalam kotak yang terbuat dari kaca. Jadi bila ada yang calon pembeli yang ingin mendapat penjelasan cukup menunjuk saja, tidak perlu memegang atau merabanya.

Sumber gambar : http://patamon-kun.deviantart.com

 
Artikel Lainnya :
 Dulu Kayu sebagai Kayu Bakar, Kini Kayu Memewahkan Sebuah Bangunan Atap Unik Berbentuk Bunga atau Daun 
 Hal yang Harus Diperhatikan saat Mendesain Kamar Mandi Perbedaan Penggunaan Kaca Pada Bangunan Kuno dan Modern 
 Gedung Universitas Pendidikan Indonesia yang Megah Hiasan Dinding Pada Ruang Klasik dan Modern 
 Tips Dan Manfaat Membangun Rumah Panggung Menggunakan Talang Untuk Mempercantik Tampilan Rumah 
 Condotel, Pilihan Investasi Terkini Yang Kian Merebak di Bali Bagaimana Membuat Desain Partisi 
 Keuntungan dan Cara Membuat Plafon dari Potongan Kayu Mengenal Jenis-jenis Engsel 
 Lowongan Kerja / Dicari: Sekretaris Junior Untuk Kantor Arsitek dan Kontraktor Interior Perpustakaan Paling Ternama 
 Keindahan Menara Siger Lampung Mencari Kontraktor Murah di Bali  
 Tips Cara Menata Ruang Tamu yang Kecil Pengertian dan Fungsi Innercourt dan Konsep Pembuatannya 
 Teknik Memasang dan Merawat Teraso Cara Menggunakan Kayu Gelondong untuk Membuat Hiasan 
 
Semua Artikel
 
 
Find us on Facebook Rss Feed Follow us on Twitter
Copyright © 2011 - 2015 Image Bali Arsitek dan Kontraktor
Powered by Image Bali International
Protected by Copyscape Online Plagiarism Software
eXTReMe Tracker